TRANSAKSI EKONOMI DIGITAL MENINGKAT DITENGAH PANDEMI COVID-19
TRANSAKSI EKONOMI DIGITAL
MENINGKAT DITENGAH PANDEMI COVID-19
HMJ
IESP/Kamis, 28 Oktober 2021
Aktivitas ekonomi digital Indonesia diprediksi mencapai USD 124
miliar setara Rp 1.756 triliun di 2025. Pada 2020, 41,9 persen total transaksi
ekonomi digital ASEAN berasal dari Indonesia yang mencapai USD 44 miliar setara
Rp 623 triliun. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga
Hartarto mengatakan jika teknologi digital digunakan dalam berbagai sektor
ekonomi dan bisnis.
Seperti fintech, e-commerce, layanan
kesehatan/pendidikan/transportasi online, maupun Internet of Things
(IoT). Khusus untuk layanan kesehatan dan pendidikan diprediksi akan menjadi
sangat besar kontribusinya dalam ekonomi digital ke depannya. “Namun, untuk
sekarang, e-commerce adalah sektor utama yang mendukung ekonomi digital di
Indonesia. Sebanyak 72,73 persen dari total transaksi ekonomi digital di
Indonesia berasal dari e-commerce.
Pada 2020 nilai e-commerce mencapai USD 32 miliar, dan diproyeksikan
akan mencapai USD 83 miliar di 2025,” jelas Menko Airlangga. Dia menuturkan
jika aktivitas ekonomi digital di Indonesia terus meningkat. Bahkan 41,9 persen
total transaksi ekonomi digital ASEAN selama 2020 berasal dari Indonesia yang
mencapai USD 44 miliar, dan di 2025 diproyeksikan mencapai USD 124 miliar. Ini
dia katakan dalam acara The 1st International Conference on Humanities and Social
Sciences (ICHSS) 2021. Kegiatan tersebut diselenggarakan President University
secara virtual pada Selasa (26/10) dengan mengambil tema “The Opportunities of
Crisis: International Experiences and Best Practices in the Time of Covid-19
and Beyond in Society 5.0”.Airlangga menilai pengendalian pandemi Covid-19 yang
dilakukan Pemerintah melalui Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)
telah menunjukkan keberhasilan.
Hal ini terlihat dari jumlah
kasus harian pada 24 Oktober 2021 yang jauh lebih rendah daripada negara lain,
di mana hanya terdapat 2,72 kasus per 1 juta penduduk. Angka Reproduction Rate
(Rt) pada 22 Oktober 2021 yang sebesar 0,71 menjadi angka Rt yang relatif lebih
rendah dibandingkan negara lainnya dan dalam kategori terkendali. Penurunan
Angka Rt hingga di bawah 1 atau di kisaran 1 menandakan adanya penurunan angka
infeksi di komunitas sekaligus memperlihatkan pandemi mulai terkendali. Dengan
keberhasilan mengatasi peningkatan kasus baru dalam dua bulan terakhir ini,
diharapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan III-2021 akan dapat
menyusul angka pertumbuhan di triwulan sebelumnya.
Pada Triwulan II-2021 yang lalu, perekonomian Indonesia berhasil
mencatatkan pertumbuhan tertinggi sejak krisis sub-prime mortgage yakni mencapai
7,07 persen (yoy). Pertumbuhan yang cukup tinggi tersebut juga didorong oleh
permintaan yang meningkat pada sektor informasi dan komunikasi karena terjadi
pergeseran perilaku masyarakat ke arah ekonomi digital, terutama di masa
pandemi yang mengharuskan masyarakat membatasi kegiatannya di luar rumah.
Situasi ini menjadi peluang untuk akselerasi transformasi digital di berbagai
sektor ekonomi yang akan mempercepat pemulihan ekonomi nasional.
Komentar
Posting Komentar