PENEPARAN KARTU PRAKERJA DITENGAH PANDEMI COVID-19 TIDAK EFEKTIVE ?

 

PENEPARAN KARTU PRAKERJA DITENGAH PANDEMI

COVID-19 TIDAK EFEKTIVE ?

HMJ IESP/Kamis, 23 September 2021

Berdasarkan peraturan presiden untuk menangani masalah covid 19 Kartu prakerja dinaikkan dari Rp10.000.000.000.000,- (sepuluh triliun rupiah) menjadi Rp20.000.000.000.000,- (dua puluh triliun rupiah) untuk mengcover sekitar 5,6 juta pekerja informal pelaku usaha mikro
dan kecil; Tingkat pengangguran terbuka (TPT) Agustus 2020 sebesar 7,07 persen, meningkat 1,84 persen poin dibandingkan dengan Agustus 2019. Tingkat pengangguran terbuka di NTB tahun 2020 4,22% yang tidak bekerja tetapi sedang mencari pekerjaan atau mempersiapkan usaha Tingkat kemiskinan di NTB tahun 2020 13,97% yang pengeluarannya dibawah garis kemiskinan. (sumber : Jurnal Yoshua Consuello tahun 2020 )

Dampak Covid-19 terhadap Penduduk Usia Kerja Menurut Jenis Kelamin

dan Tipe Wilayah Provinsi NTB Agustus 2020

 

Komponen

Jenis Kelamin

Tipe Wilayah

Total

(ribu orang)

Laki-laki

(ribu orang)

Perempuan

(ribu orang)

Perkotaan

(ribu orang)

Pedesaan

(ribu orang)

Pengangguran karena covid 19

16,73

11,66

19,35

9,04

28,39

Bukan angkatan kerja karena covid 19

3,88

8,78

8,22

4,45

12,66

Sementara tidak bekerja karena covid19

19,53

16,13

21,66

14,00

35,66

Tenaga kerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena covid 19

220,82

158,03

218,01

160,84

378,85

Total

260,96

194,60

267,24

188,32

455,56

Penduduk usia kerja (PUK) %

14,08

9,91

14,09

9.80

11,93

(sumber : BPS Provinsi NTB 2020 )

Berdasarkan data yang ada ternyata penerapan program kartu prakerja yang diterapkan pemerintah tidak efektive terbukti dengan adanya peningkatan jumlah pengangguran dan tingkat kemiskinan terus bertambah ini dikarenakan penerimaan  program kartu prakerja yang tidak tepat sasaran dan adanya berbagai oknum yang tidak bertanggung jawab.

Dalam skala regional Bali Nusra, grafik penurunan persentase penduduk miskin
Provinsi NTB cenderung lebih tajam dan NTT maupun Bali cenderung landai. Hal ini
menggambarkan bahwa penurunan angka kemiskinan di NTB lebih cepat dibandingkan kedua provinsi lainnya. Jumlah penduduk miskin NTB pada Maret 2020 mencapai 713,89 ribu orang, meningkat 8,2 ribu orang dibandingkan posisi September 2019. Pada kondisi September 2020, jumlah penduduk miskin di NTB mencapai kembali meningkat menjadi 746,04 ribu orang. Jumlah penduduk miskin ini meningkat 32,15 ribu orang dibandingkan posisi Maret 2020. Efek dari pandemi Covid-19 sangat terasa bagi masyarakat secara umum dan menekan penduduk yang awalnya berada di sekitar garis kemiskinan menjadi turun sebagai penduduk miskin. Kebijakan reaktif pemerintah berupa PC-PEN khususnya klaster sosial berfungsi untuk menekan laju kemiskinan naik tajam, serta menahan laju kenaikan penduduk miskin agar tidak terperosok lebih dalam lagi.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ROUND TABLE DISCUSSION (RTD)

MALAM KEAKRABAN (MAKRAB) HMJ-IESP 2024

Action of Economic Development (AVEL) HMJ-IESP 2024